Leonarda Cianculli adalah seorang wanita asal Italia yang dikenal tega membunuh para korbannya dengan cara yang sangat sadis. Tidak hanya itu, ia juga membuat sabun dari daging dan darah para korbannya tersebut. Hal ini dilakukannya demi melindungi sang anak yang akan pergi berperang.
Leonarda Cianculli
Leonarda Cianciulli adalah seorang wanita yang lahir di daerah Montella,Italia yang pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak dua kali saat muda. Kemudian ia memutuskan menikah dengan seorang pria tanpa restu orang tuanya dan pindah ke kota Lauria. Leonarda menganggap bahwa sang ibu telah mengutuk pernikahannya. Setelah beberapa kali tersandung kasus pencurian di Lauria, mereka kemudian memutuskan untuk pindah ke Correggio dan membuka sebuah toko sabun disana.
Membunuh untuk Menyelamatkan Anaknya
Tahun 1939, anak kesayangan Leonarda memutuskan untuk bergabung dalam pasukan Italia untuk mempersiapkan perang dunia II. Untuk menyelamatkan anaknya tersebut, ia percaya bahwa satu-satunya cara adalah dengan mengorbankan nyawa manusia. Korbannya adalah 3 orang wanita paruh baya yang merupakan tetangganya sendiri yaitu Faustina Setti, Fransesca Soavi, dan Virginia Cacioppo.
Leonarda menjebak para korbannya dengan berpura-pura menjadi seorang peramal dan penyalur kerja. Ketiga korbannya tersebut dikelabui dengan diberikan ramalan palsu akan nasib mereka, dan juga diiming-imingi pekerjaan.
Saat korbannya datang ia akan menyuguhkan anggur merah dan membuat mereka mabuk hingga tidak sadarkan diri. Ketika korban kehilangan kesadaran, barulah aksi sadisnya itu dimulai.
Dijadikan Sabun dan Kue
Setelah berhasil membuat para korbannya mabuk dan tidak sadarkan diri, Leonarda akan langsung mengeksekusinya dengan membunuh dan memotong-motong tubuh korban dengan menggunakan kapak dan pisau daging menjadi beberapa bagian, sementara darahnya akan ia kumpulkan ke dalam sebuah baskom.
Sementara darah korban yang ada didalam baskom ia campurkan dengan tepung dan bahan pembuat kue lainnya. Kue buatannnya tersebut kemudian ia bagikan ke para tetangga bahkan juga ia makan sendiri bersama anak-anaknya.
Penangkapan Leonarda Cianculli
Leonarda berhasil ditangkap sebelum melakukan pembunuhan keempatnya. Saat ditangkap, wanita ini sempat menyangkal bahwa dirinya telah melakukan pembunuhan, tetapi ia tidak bisa mengelak lagi ketika polisi akhirnya berhasil menemukan beberapa barang bukti seperti ember dan baskom yang terdapat bekas darah dan bau busuk didalamnya.
Wanita ini akhirnya divonis 30 tahun penjara dan 3 tahun menjalani rehabilitasi kejiwaan di sebuah rumah sakit jiwa. Namun pada tahun 1970, Leonarda akhirnya meninggal karena penyakit yang dideritanya. Semua barang bukti dari kasusnya, seperti kapak, pisau, dan kuali tempat merebus daging korban disimpan disebuah museum kriminologi yang ada di Roma, Italia.





0 komentar:
Posting Komentar