Akhir-akhir ini tengah viral diperdebatkan tentang beredarnya di media sosial sebuah peta yang menggambarkan bahwa bumi itu berbentuk datar datar.
Nama peta tersebut adalah Terra Infinita Map, yang kini menjadi topik pembahasan yang menarik dan memicu rasa penasaran di jagat media sosial.
Banyak dari berbagai kalangan content creator yang ikut menjabarkan dan menjelaskan tenang keanehan-keanehan yang terdapat dalam Terra Infinita Map tersebut.
Hal inilah yang memicu perdebatan antara benar atau tidakah peta tersebut ada di dunia nyata.
Seorang fisikawan dan penulis dari Malaysia yaitu Zamir Mohyedin dalam akun Tiktok-nya @zamirmohyedin juga ikut menjelaskan tentang Terra Infinita Map ini.
Tanpa basa-basi beliau langsung mengakatan jawaban pendeknya yaitu bahwa peta itu hanyalah rekaan semata dan tidak nyata sebenarnya.
lanjut, beliau juga mengatakan bahwa banyak yang menanyakan tentang ke shahihan dari Terra Infinita Map tersebut.
Lalu dari mana asal usulnya peta ini muncul?
Peta ini hanya berasal dari datu sumber saja,yaitu sebuah buku yang bertajuk Terra Infinita Extraterrestial Worlds and Their Civilization.
Buku ini menjelaskan tentang seorang pelayar William Morris yang berlayar di sebalik tembok es antartika dan dia menemukan dunia-dunia lain dan dia memetakan dunia-dunia tersebut.
Dari sana Zamir Mohyedin terus menyebukan 7 fakta mengenai Tera Infinita Map ini yang dipermasalahkan:
1. Pelayar yang bernama William Morris itu sebenarnya tidak ada di dunia nyata. Di dunia nyata ada yang bernama William Morris tetapi dia bukan seorang pelayar dan bukan juka seorang pengembara.
2. Peta ini hanya berasal dari satu sumber saja yang daragukan, hanya dari sebuah buku yang kita tidak tahu itu buku apa. Buku agama juga bukan, buku sains juga bukan.
3. Penulis bukunya adalah Claudio Nocelli yang kita tidak kenal dan tidak kita tahu itu siapa, jika kita cari pun hal yang muncul tentang dia hanya orang Argentina yang menyebarkan teori-teori konspirasi.
4. Jika kita lihat ke peta itu ada satu tempat yang bernama Asgard, seperti yang kita tau bahwa Asgard ini berasal dari Movie Marvel, Namun sebenarnya asal usul Asgard itu ada dari sebuah mitos orang Norwegia, orang Norwegia ini dulu percaya kepada dewa-dewa seperti Thor, Loki, odin dan lain-lain, kalau kita percaya dengan keberadaan tempat ini, ini bertolak belakang dengan keyakinan kita sebagai islam karena dewa-dewa itu tidak nyata. ditambah lagi mereka menamatan tempat-tempat lagi berdasarkan pada Mitos emsir Purba yang juga mempercayai dewa-dewa.
5. dari mana kita tau bahwa tempat-tempat ini nyata sedangkan gambar tidak ada, video tidak ada, kajian tidak ada, cuma sekedar peta saja.
6. buku itu dan peta itu menggambarkan bahwa bumi ini rata, tapi sebenarnya tidak, bumi ini bulat (sferal), kita sudah ada teleskop, kita sudah ada satelit yang menunjukanbahwa bumi itu berbentuk sfera
7. dekat antartika tiu tidak ada tempok es. banyak orang yang sudah pernah pergi ke Antartika dan ada fasilitas di sana.
jadi inilah fakta-fata yang menunjukan bhawa Terra Infinita Map itu tidak benar.
INTINYA :
Tidak ada bukti ilmiah atau konsensus di antara ilmuwan tentang adanya dunia atau benua tersembunyi di balik tembok es Antartika. Teori yang mengklaim adanya wilayah tersembunyi atau dunia lain di balik tembok es Antartika biasanya dianggap sebagai konspirasi atau pseudosains.
Antartika adalah benua yang terletak di Kutub Selatan dan dikelilingi oleh Samudera Selatan. Sebagian besar wilayahnya tertutup oleh lapisan es yang sangat tebal. Konsep mengenai adanya dunia tersembunyi di belakang es Antartika sering kali terkait dengan konspirasi mengenai "Bumi datar" atau klaim-klaim tidak ilmiah lainnya.
Ilmu pengetahuan modern dan penelitian antariksa telah memberikan pemahaman yang mendalam tentang benua ini. Banyak penelitian ilmiah, termasuk pengamatan satelit dan ekspedisi ilmiah di lapangan, telah membantu memahami geologi, iklim, dan ekologi Antartika. Tidak ada bukti yang mendukung ide bahwa ada dunia tersembunyi di belakang tembok es Antartika.
Perlu diingat bahwa sains modern didasarkan pada metode ilmiah yang melibatkan pengumpulan data, pengujian hipotesis, dan peer review oleh komunitas ilmiah. Klaim tanpa bukti dan konspirasi cenderung tidak memiliki dasar ilmiah dan sering kali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendekati klaim semacam ini dengan skeptisisme dan berdasarkan pada fakta ilmiah yang terverifikasi.

0 komentar:
Posting Komentar